Malang – Mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah Universitas Al-Qolam Malang melakukan kunjungan studi ke Baznas Microfinance Desa (BMD) Sawojajar Malang pada hari Jumat (20/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari program akademik yang bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa terkait praktik nyata manajemen keuangan syariah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kunjungan ini diikuti oleh 15 mahasiswa semester tiga dan didampingi oleh dosen pembimbing. Para mahasiswa berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pengelola BMD, memahami program-program yang dijalankan, serta melihat dampak zakat produktif bagi pemberdayaan ekonomi di Desa Sawojajar Malang.
Dalam sambutannya, Kepala BMD Sawojajar, Ibu Rr. Suci Palasari, menjelaskan peran BAZNAS Microfinance Desa sebagai lembaga yang fokus pada pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat kecil. “Kami menyalurkan dana zakat secara produktif kepada pelaku UMKM agar mereka bisa mengembangkan usahanya dan mandiri secara finansial,” ungkapnya.
Para mahasiswa mendapatkan wawasan tentang bagaimana prinsip-prinsip syariah diterapkan dalam pengelolaan dana, mulai dari pembukuan hingga pengawasan distribusi zakat. Selain itu, mereka juga mempelajari metode pemberian pembiayaan mikro tanpa riba yang menjadi ciri khas microfinance syariah.
Dosen pendamping, Nur Aisyah, S.E., M.Ak., mengungkapkan bahwa kunjungan studi ini sangat penting untuk memperkaya pemahaman mahasiswa terkait akuntansi syariah dan manajemen zakat. “Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga melihat langsung implementasi di lapangan. Ini memberikan pengalaman praktis yang sangat berharga,” jelasnya. Mahasiswa juga diajak berdiskusi tentang tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan zakat dan infak, seperti bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat dan memastikan dana disalurkan tepat sasaran.
Salah satu peserta, Hendra Prastya, mengaku sangat antusias dengan kunjungan ini. “Saya merasa banyak mendapatkan wawasan baru, terutama terkait manajemen keuangan mikro berbasis syariah. Ini sangat relevan dengan studi saya dan membuka wawasan tentang bagaimana zakat bisa menjadi alat pemberdayaan ekonomi,” katanya.
Hal serupa diungkapkan oleh Eka Ma’rifatul, yang merasa kunjungan ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana prinsip syariah dapat diintegrasikan dengan praktik bisnis modern. “Ini menjadi inspirasi bagi saya untuk mengembangkan riset tentang akuntansi zakat sebagai tugas akhir nanti,” ujarnya. Para mahasiswa diharapkan dapat membawa pulang bukan hanya pengetahuan, tetapi juga inspirasi dan semangat untuk menjadi pemimpin yang berdampak dalam dunia bisnis dan sosial di masa depan.



